Kumpulan Tulisan dan Curhatkuw...

Blog Entrykenapa kok multiply sekarang isinya...May 29, '09 10:53 AM
for everyone

Kenapa  kok multiply sekarang isinya cuma orang jualan aja? Jadi malas buat nulis dan sharing disini deh...


Blog EntryHiks.... Dikatain Gembil :((Aug 19, '08 12:22 AM
for everyone

Gara2 udah naik 4,5 kg.....

Muka isinya pipi semua, meski (katanya) perutnya masih kayak baru hamil 2-3 bulan....

Padahal sih dah 18 minggu nih di minggu ini......

Perutnya udah suka berasa geli dan ada gerakan meski masih belum begitu berasa.....

Huhuhu... cuma ya ituu...... pipinya gembil banget :((

 

btw: berhubung banyak yang maksa pengen liat gimana kondisi pipi gue sekarang, nih Gue kasih update tampang terbaru gue.

Di sebelah kiri tuh pas gue 14 minggu, di sebelah kanan 16 minggu....

Yang 18 minggu?

Maluuuuuuuuuu........................


Blog EntryJangan nonton The Mummy 3!Aug 4, '08 11:18 PM
for everyone

Ancur banget! Jeleks sejeleknya film.

After tastenya bikin bad mood sepanjang hari deh (it's happen to me!).

Pantesan aja si Rachel Weist gak mau ikutan lagi di sekuel terakhir The Mummy ini.... Pasti dia dah yakin filemnya akan ancur berantakan sejak baca skripnya yang gak jelas dan loncat2 kayak kangguru...

Gue sih kasian sama si Jet Lee dan Russel Wong mesti ikut terlibat di film ancur ini....


Blog EntrySebentar lagi Puasa ya?Aug 4, '08 12:54 AM
for everyone

Waaaaaaaaah........ Bentar lagi bulan Ramadhan...

Gue ikut puasa gak ya? Pengen sebenernya... Tapi takut gak kuat...

Cuma bingung, kalo gak puasa sebulan gitu, cara bayar fidyahnya gimana ya? Ada yang bisa bantu gak?


Blog EntryKenapa ya...Jul 16, '08 10:04 PM
for everyone

Suatu malam, lagi asyik baca buku tentang kehamilan di kasur, sementara Bayu lagi asik browsing channel TV.

Tiba-tiba si Bayu nyolek kaki Gue sambil nunjuk ke iklan Finalis L-Men yang muncul di salah satu TV lokal.

"Lia, lihat deh.. Pasti dari ke 20 finalis L Men ini berperut rata ini, 19 belasnya adalah homo..." Nadanya jutek dan melecehkan banget, sambil mengelus perutnya yang gendut

Gue ketawa geli.

"Gak semua cowo berbadan bagus itu homo kali Bay.......Buktinya, Arie Wibowo??"

Gue balik lagi membaca buku Gue.

Gue yakin dia masih gak terima dengan komentar Gue.

Bener aja...

"Oh.. kalo gitu, 19 dari 20 finalis ini, pasti orangnya bego semua..."
Jawabnya dengan nada jutek, sambil lalu keluar kamar.

 

Hehehehehehe..... Kenapa sih cowo suka gak terima kalo ada cowo lain yang badannya lebih oke?

 

 

 


Blog EntryTernyata....Jul 14, '08 6:12 AM
for everyone

Kejadian ini sih sebenarnya dah cukup lama ya, kalau gak salah di tgl 24 Juni, tepatnya di saat mahasiswa – mahasiswa tolol (yap… TOLOL), melakukan kerusuhan dengan membakar-bakar mobil ber-plat merah di depan gedung DPR/MPR.

 

Jadi, waktu itu Gue saat itu sedang ada di TBI – Ged. S Widjoj, Sudirman, sedang menunggu akan ujian bahasa Inggris.  Nah, karena ujiannya jam 7.30 malem, sementara gue datengnya jam 6.30 sore, akhirnya daripada bingung dan bengong, Gue pun memilih untuk ke kantin TBI, dengan niat menonton TV untuk mengetahui perkembangan demo yang denger-denger lumayan parah dan rusuh. Gue yakin pasti orang-orang di kantin juga pada sedang menonton berita seputar demo tersebut.

 

Setibanya gue di ruang kantin, benar saja, Gue melihat beberapa cowo seumuran Gue sedang berdiri di depan TV sambil menonton TV, dengan channel Metro TV. Salah satunya sedang memegang remote control  sambil terus mennyaksikan perkembangan di Gedung DPR. Beberapa cowo bahkan saling mengkomentari kondisi saat itu. Semua tampak serius menyaksikan tayangan tersebut.

 

Cuma ada satu orang di dalam ruangan yang Gue lihat mukanya cemberut dan memberikan tampang gak suka dengan tayangan tersebut. Ibu-ibu, hampir seumuran nyokap (lebih muda dikitlah sekitar 46 tahunan), rambutnya agak disasak tinggi dan full make up (sedikit menor). Si ibu ini memberikan tampang sebel selama tayangan itu berlangsung. Tadinya Gue pikir, Si Ibu ini juga sebel sama kelakuan anak kuliah yang berdemo dengan brutal dan yang kayak gak punya otak itu. Tapi, setelah Gue perhatiin lagi, sepertinya si Ibu ini sebel bukan karena melihat tayangan tersebut, tetapi karena dia tidak suka dengan pilihan tayangan tersebut dan lebih berharap menonton tayangan lain.

 

Dan tebakan Gue bener, karena 5 menit kemudian….. terjadi percakapan ini…

Ibu bersasak : ..”Mas… udah belum nonton TVnya….? Lama banget…” dengan nada jutek dan keras.

 

Spontan semua orang yang ada di dalam kantin kaget dan menoleh ke si Ibu, lalu ke cowo yang memegang remote control TV.

 

Cowo A : “ Sebentar lagi ya bu… Soalnya ini katanya rusuh banget… Rumah saya di daerah Slipi soalnya..” si cowo ini menjawab dengan nada ramah.

 

Ibu bersasak lalu menjawab lagi 

“Iya, tapi kan udah dari tadi….. Tadi saya lagi nonton loh… Pake diganggu segala…” Nadanya masih jutek dan memberikan pandangan sadis ke cowo tersebut (padahal yang punya tv kan bukan si Ibu itu ya…)

 

Dan tiba-tiba untuk beberapa saat, semua orang di dalam kantin terdiam mendengar jawaban si Ibu.

 

Si cowo tersebut berusaha mencuekin komentar pedas si Ibu tesebut.

 

Namun, kecuekan sang cowo dijawab dengan suara dengus melengos si Ibu tersebut, sambil beberapa kali secara konsisten memberikan tatapan sadis menyayat jantung ke cowo tersebut, dan ke cowo-cowo lain yang juga menyaksikan acara berita tersebut.

 

Akhirnya, setelah beberapa kali memperoleh tatapan membunuh tersebut, akhirnya si cowo tersebut mengalah dan memberikan remotenya ke si Ibu tersebut.

 

Tindakan ini mendapatkan 1 reaksi pasti: senyum menang dari si Ibu bersasak tersebut.

 

Setelah remote TV tersebut berada di tangan sang Ibu ini, kita semua mendadak saling terdiam (bahkan penjaga kantin pun sampai ikut menghentikan kegiatan melayani seorang pembeli dan memilih menyaksikan kegiatan Ibu ini) sambil lalu secara seksama menyaksikan channel TV apa yang sedang dicari dan membuat Si Ibu-ibu jutek ini begitu galak dan sangat tidak memperdulikan kejadian heboh yang terjadi di depan Gedung DPR yang mungkin saja bisa bisa mengakibatkan kerusuhan lagi.

 

Ternyata browsing channel yang dilakukan si Ibu ini cukup lama, membuat orang-orang semakin bertanya-tanya dan penasaran, sebenarnya channel tv apa sih yang diincar si Ibu-ibu ini....

 

Entah kenapa, feeling gue mengatakan sesuatu, dan gue bertaruh bahwa channel tv itulah yang dia cari......

 

Dan tebakan gue benar.

 

Setelah hampir 30 detik semua orang terdiam dan tidak tahu channel tv apa yang akan dipilih si Ibu, akhirnya si Ibu-ibu bersasak itu   menghentikan pilihannya channel TV SCTVsambil berbicara (lebih tepatnya sedikit berteriak masih dengan nada jutek),

 

"Orang saya dari tadi lagi asyik nonton sinetron "Suci" kok.... Malah diganti sama berita gak penting......Heran.. Gak bisa lihat orang seneng apa......." Sang Ibu berbicara sendiri sambil memberikan lirikan judes kepada para cowo2 yang yang masih berkerumun di sekitar TV.

 

Semua sudut terasa hening mendengar kalimat tersebut.... Sementara gue sendiri langsung reflek menutup mulut untuk mencegah kegelian Gue tumpah di saat yang tidak tepat...

 

Gue berharap semoga semua orang di kantin juga menahan mulutnya untuk gak berkomentar apa-apa, menghindari efek dasyat Si Ibu yang bisa saja muncul kembali.

 

Sayangnya harapan gue tidak terkabul, karena 2 detik kalimat dari si Ibu tersebut keluar, penjaga kantin pun langsung berkomentar...

 

"Astagfirullah Al Adzhim......"

 

Benar saja, Istigfar yang gue yakin dilontarkan secara tidak sengaja oleh penjaga kantin itu pun langsung dibalas dengan tatapan tajam si Ibu, sambil kemudian melengos dan kembali menatap tv dengan hikmad.

 

Dan bisa ditebak,  tindakan terakhir Ibu ini memberikan efek masal yang sangat hebat, yakni bubarnya semua orang yang ada dalam kantin, dan memilih untuk tidak berada di ruangan kantin, membiarkan si Ibu-ibu bersasak tenang menyaksikan acara tv kesayangannya.

 

Sementara Gue, sambil berusaha menahan cekikikan geli menyaksikan adegan-adegan tadi memilih ikut kabur dari kantin tersebut, karena takut mendapatkan efek yang sama dari Si ibu tadi.

 

 

 

 


Blog EntrySenangnya....Jul 14, '08 12:41 AM
for everyone

Ahhh... senangnya weekend kemarin...

setelah berpusing pusing ria sama kerjaan karena selama 2 minggu berturut-turut kemaren tiap sabtu selalu masuk kantor sampe malem pula...... dan tiap weekend biasanya cuma jalan2 di mall doang trus nonton, sabtu kemarin Gue bisa jalan-jalan dan wisata kuliner di tempat2 yang berbeda, meski kali ini cuma berempat doang bareng Haryo dan Selly...

Dan ini adalah rute jalan2 dan wisata kuliner kemaren :

Pagi menjelang siang : brunch di kambing Mali ala Nigeria di daerah Tanah Abang (Bener gak sih Sel ala Nigeria.. Apa Afrika ya...??)(meskipun gue gak makan kambing dan cuma makan pisang goreng enak doang)

Siang menjelang sore : makan makanan Jepang di Daemon(?) di Kyoei Price. Nyam nyam...bento setnya enak dan murahhh....

Sore nya maen layangan (tepatnya lihat Haryo main layangan) di Segara, Ancol terus nongkrong di Segara lihat matahari terbenam...

 

Malemnya makan sup ikan enak dan seger di........ Hadoh, lupa dimana...Yang pasti di daerah Mangga Besar lah...

Ah, menyenangkan sekali deeh pokoknya Sabtu kemarin........

Hmmm, sabtu besok, wisata kuliner kemana lagi ya?

 


Blog EntryKata Sandra Dewi....Jul 9, '08 11:54 PM
for everyone

Tokoh favorit dia salah satunya adalah Max Moein.....

Duuuuhhh.........

(manager dia sapa sih? kok ngijinin dia ngomong yaaa...???)


Mending gak usah ya...

Karena Gue pasti sekarang pasti akan langsung mendeletenya dari situ...

Bukannya gue sombong...

tapi ada hal2 yang kadang bikin Gue suka kesel...

1: sering kali yang berpromo di guest book gue gak pernah minta ijin sebelumnya untuk naruh ilannya disitu (paling cuma bilang "permisi or ijin ya..." padahal gue belum tentu ngijinin)

2. Yang promo itu Gue gak kenal... Sementara niat awal gue bikin multiply adalah emang khusus buat menjaga hubungan sosial dengan temen2 gue aja...

Multiply Gue bukan dan gak akan jadi seperti friendster yang cuma buat ngumpulin sebanyak2nya contact yang bahkan lu sendiri gak kenal...

My Multiply only for personal thing, guys...

3. Promo2nya panjang dan menuh2in lay out multiply Gue.... Bahkan kadang ada orang2 yang beriklan lebih dari satu kali.... Please dehhhh.... Satu aja dah ganggu, apalagi dua atau tiga?

Dan masih banyak alasan subyektif lainnya dari gue yang membuat gue gak suka MP gue dijadikan ajang promosi barang dagangan....

 

So, sekali lagi... don't waste your time by promoting your stuff in my MP, guys...

 

 

 


Blog Entrymenunggu cintaku...Jul 8, '08 10:28 AM
for everyone

Aku disini menunggumu

Menunggu tuk menatap matamu,

yang kuyakin kan membuatku kan selalu jatuh cinta padamu

 

Aku disini menantimu

kan sabar menantimu,

ditemani mimpi menikmati hari bersamamu...

menggenggam tanganmu yang kupastikan takkan kulepas selalu

menikmati jingga senja

yang kutahui pasti kan juga jatuh hati padamu...

 

Aku disini, merindukanmu..

merindukan tawa yang selalu kuimpikan dalam mimpi malamku..

gelak tawa yang kutahu pasti kan membuat hujan pun ikut tersipu...

karena jatuh hati pada suaramu...

 

Aku disini menunggumu,

dengan segenap cintaku, yang kupahami

takkan pernah cukup untuk mencintaimu

karena kehadiranmu adalah impian terindah dlam hidupku

namun yakinlah cintaku yang selalu hadir dalam setiap hembusan  napasmu…

 

Aku selalu disini menantimu,

dengan segenap harap akan kasihmu…

kuharap kau kan menepati janjimu…

karena sisa cinta dalam hidupku,

hanya kupersiapkan untukmu, selalu...

 

Jakarta, 8 Juli 2008


Blog EntryTahukah Kau...May 16, '08 10:59 AM
for everyone

Kau,

yang jauh disana...

Tahukah Kau jika Aku begitu merindukan tawamu...

Sayup gelak suaramu begitu penuh mengisi relung hatiku...

 

Tahukah Kau,

Aku begitu merindukan perbincangan kita...

di depan teras rumah tempat biasanya Kau memelukku...

Mengharapkan dengarkan lagi cerita dan keluh kesahmu

ditemani segelas kopi hangat kesukaanmu...

 

Tahukah Kau,

Aku selalu mencoba menerka

Apakah Kau masih ingat dengan paras wajahku...

Seperti Aku tetap bisa mengingat coklat tanah matamu...

dan kemeja lengan panjang kesukaanmu...

Kau tahu, menggulung lengan kemejamu adalah saat yang selalu Aku tunggu

Karena setelah itu ku dapat rasakan hangat kulitmu ketika Kau merangkulku...

 

Apakah  Kau tak pernah sedikitpun merindungan suaraku...

Setiap kali dering telpon kudengar...

Aku selalu berharap agar dering telpon itu adalah untukku...

Dan di seberang sana ada Engkau yang siap merayuku dengan kata-kata cintamu...

 

Pernahkah kau merindukan cinta kita...

Yang pernah memenuhi sudut hatimu...

Karena cintaku padamu masih meluap...

menumpahi setiap sendi tulangku..

 

 

*gak tahu lagi gimana bikin kelanjutannya*

 

 

Jakarta, 15 Mei 2008

 

 

 

 


Blog EntryAduh, mati Aku...May 16, '08 10:31 AM
for everyone

Aduh... Mati Aku......

Kok aku jadi naksir kamu...

Padahal masih gantengan pacarku.. Dibanding paras hitammu...

Kutak tahu..

Mungkin karena Kamu pandai melucu...

Atau senyummu yang selalu bikin aku tersipu-sipu malu...

 

Ah... Jadi ingat kamu selalu

Padahal harusnya tak boleh begitu

Harusnya hatiku tak boleh terebut olehmu...

Karena minggu depan pacarku kan melamarku.....

 

Nah loh, gimana dong?

 

 

Jakarta, 15 Mei 2008

*Gara2 baca koran Lampu Merah yang isi beritanya kayak lagu dangdut*

 

 

*


Blog EntryAkhirnya dapet!May 2, '08 1:20 AM
for everyone

Akhirnya berhasil dapet album ini...!! Setelah bertahun2 nyari2., ngubek2 di toko2 kaset dan CD terdekat (halah)...

Akhirnya Gue dapet album Bobby Cadwell "Perfect Island Nights"!!!

 

 

Cihuyyyyyyyyyyy.............!!!!!!!!!!!


Suatu malam di sebuah kopaja menuju ke Rasuna Said Kuningan...

Seorang cowo lumayan cakeplah (Gue berusaha untuk obyektif) naik ke kopaja yang Gue tumpangi, dan setelah tengak tengok sebentar, si Cowo ini lalu duduk di kursi sebelah Gue. Gaya pakaiannya sih lumayan kayak abg jaman sekarang, cuma menurut Gue udah gak begitu pas dengan tampangnya yang keliatan 'tuwir'. Gue ngelirik sekilas menyambut kehadiran si Cowo ini, untuk kemudian melanjutkan baca buku lagi. Gue sadar sih selama dia duduk di samping Gue di perjalanan itu, untuk beberpa kali,cowo ini melirik Gue dan sepertinya mencoba untuk mencari kesempatan untuk mengajak ngobrol Gue, cuma karena Guenya gak pernah mau ngebales tolehan dia, jadi cowo ini gak berhasil memulai percakapan dengan Gue.

Akhirnya, setelah setengah jalan, cara jadul pun dia pakai...

"Mbak, sekarang jam berapa ya?”  Dia bertanya soal waktu padahal di pergelangan tangan kirinya terlingkar jam tangan dan terlihat dengan jelas oleh Gue.

“Jam 6. 30” jawab Gue singkat padat dan tegas.

Gue balik lagi membaca buku Gue untuk memberi tanda cara jadul dia gak berhasil.

“Oooh… Makasih. Soalnya saya pikir jam tangan saya mati, hehehe…” Dia ketawa garing.

Duh, basi banget yak?

Gue senyum kecil, terus kembali lagi ke buku Gue.
Ternyata, dia masih usaha.

“Abis kerja ya Mbak?” Tanya si Cowo ini lagi.

“Iya” Jawab Gue sambil berusaha tersenyum, meski Gue yakin muka jutek Gue pasti sudah muncul dari tadi.

“Kerja dimana?” Tanya si persistence ini lagi.

“Hmm…. Di research marketing agency” Jawab gue singkat. Gue gak mau dan emang tidak berniat nanya balik, meski tampang dia sudah mengharapkan banget buat ditanya balik.

Gue yakin dalam beberapa saat lagi dia akan bilang dia kerja dimana.

1,2,3,4, 5…

“Kok saya gak ditanya balik?” Pancing dia sambil senyum.

Halah!

“Tanya balik, dong…!” Sambil tetep menebarkan senyum, yang sayangnya gak guna efeknya buat Gue.

Lah.. kok maksa?

“Hehhff…. Ya udah, kerja dimana?” Jawab Gue males-malesan.

Terus dia kembali tersenyum-senyum….. Kayak sok malu-malu gitu buat menjawab.


Ihhh….. cape deh

 

“Hmmm….apa ya…Hmmm….Hehe, jadi malu…." Jawab cowo ini lagi.

 

$@@@$!%!&*!%&((*&*&^)&&*!%!%#!#$!$!!??

 

 

Gue langsung ambil langkah sigap membuka membaca buku lagi melihat reaksi teraneh ini...

 

“Hehe, jangan ngambek gitu dong, Mbak…..” Dia agak panik kayaknya melihat Gue udah mulai gak mau nanggepin dia lagi.

 

“Hmmm… Saya itu, apa ya namanya… Hmm… kerjanya.. entertainer….” Jawab dia sambil sedikit memberi senyum bangga.

 

“Oww…” Jawab Gue gak niat. Males.

 

Hening 3 detik.

 

“Entertainernya itu… di bidang.. sinetron gitu…” Dia melanjutkan tanpa Gue tanya lagi.

 

“Saya udah sering loh Mbak, muncul di sinetron-sinetron gitu….”

 

Huehehe… So what?

 

“Oh ya? Sinetron apa aja?” Jawab Gue pura-pura antusias. Kasihan soalnya lama-lama kalo gak Gue tanggepin, Nanti dia loncat dari kopaja lagi.

 

“Iyaa…..” Dia jadi semangat lihat reaksi Gue.

 

Sinetron-sinetron Hikayah, Hidayah…. (Dia menyebutkan nama sinteron-sinetron sejenis, tapi Gue gak inget apa aja) Hmmmm lumayan banyak deh Mbak…” Jawab si cowo ini dengan pede.

 

“Oww… Hebat dong….” Sambut Gue lagi.

 

Entah kenapa Gue jadi pengen iseng ngeladenin obrolan dia. Dan bener, mendengar jawaban Gue, cowo inipun langsung sumringah.

 

“Ah, Mbak bisa aja…” Jawab si cowo ini malu-malu.

 

“Mbak juga bisa kok kayaknya jadi artis sinetron…Kalo Mbak berminat nanti Mbak bisa Saya kenalin sama sutradaranya…” Sumbar Cowo ini lagi dengan pede.

 

*pengen ketawa ngakak tiba-tiba*

 

Sambil berusaha menahan senyum geli, Gue jawab…

 

“Ah, engga, Saya gak pede jadi artis...”

 

Dia makin semangat 45. 

 

Ih… Mbak itu cakep lagi. Tenang… Nanti saya kenalin sama sutradaranya… Saya kebetulan udah main di banyak sinetron kok… Jadi gampang kalo mau dikenalin ke sutradaranya..”

 

Yayayaya… Whatever.

 

“Oh ya, ngomong-ngomong, nama Mbak siapa?”  Tanya si cowo ini lagi.

 

Jawab, engga, jawab, engga……

 

“Lia” jawab Gue sekenanya.

 

“Nama saya Doni ….” Dia nyebutin nama lengkapnya.. Cuma sekali lagi, Gue lupa.

 

“Kalo Lia sering nonton Hikayah atau Hidayah, pasti Lia ngeh deh..” masih dengan gaya yang pedejaya.com

 

“Gitu ya…. Aduh, sayangnya Saya jarang nonton tv local….” Jawab Gue kalem.

 

“Ha? Maksudnya?” Si Doni ini kayaknya mulai bingung, hehehe…

 

“Saya biasanya nonton HBO” lanjut gue lagi dengan kalem.

 

“Ooohh….” Gue yakin si Doni ini masih bingung.

 

Gue kembali ke buku Gue lagi.

 

Diam beberapa saat. Thank God.


Gak sampai 5 detik setelah keheningan yang menyenangkan….

 

“Lia punya nomer hp gak?” Tanya si Doni tiba-tiba.

 

Gue mikir sejenak…. Kalo Gue bilang gak punya, kayaknya bohong banget ya…

 

“Punya” jawab Gue.

 

“Keberatan gak kalau Saya minta nomer hpnya? Siapa tahu nanti sutradaranya butuh artis lagi gitu… Kan saya bisa nelpon Lia” Secara bersamaan si Doni ini mengeluarkan hpnya buat mencatat nomer hp Gue.

 

“Keberatan” Jawab Gue cepat.

 

“Ha?” Mukanya bingung berat.

 

Kan tadi ditanya, keberatan gak..?” Iya, Saya keberatan” Jawab Gue sambil senyum.

 

“Oh… Gitu…” Doni masih setengah melongo.

 

“Ya udah, kalau gitu, Lia aja nyatet nomer telp Saya, ya…Siapa tahu nanti tiba-tiba berubah pikiran…” Doni masih insist dengan persinetronan ini rupanya.

 

“Engga perlu, kayaknya Saya gak berminat” Jawab Gue lagi, masih dengan tersenyum santai.

 

Doni jadi terdiam. Shock sepertinya.

 

Sejenak Gue merasa tenang dan tentram. Gue pun kembali melanjutkan membaca buku Gue.

 

Cuma, setelah beberapa lama, Gue kok jadi kasihan ya, karena setelah jawaban terakhir dari Gue, si Doni (atau Donni?) ini jadi terlihat suntuk dan sedih.

 

Akhirnya, sebagai penebus rasa bersalah, Gue pun iseng mengajak si Doni ini bicara lagi.

Lagian, Gue penasaran.. Dia tuh artis sinetron yang mana sih… Soalnya sapa tahu Gue yang emang terlalu jarang nonton tv local, sehingga Gue tidak lagi update dengan artis-artis sinetron jaman sekarang. Siapa tahu si Doni ini memang artis sinetron terkenal yang low profile……

 

“Emang sudah muncul di beberapa sinetron sih, Don?” Tanya Gue.

 

Dia menoleh, sedikit tidak percaya Gue akan bertanya, namun langsung menjawab cepat dengan senyum sumringah.

 

“Udah lumayan banyak sih, kebanyakan sinetron-sinetron muslim gitu.. Ada beberapa judul ………" Dia menyebutkan beberapa judul, tapi Gue gak ngeh… Yang pasti judul-judulnya syerem-syerem dan mirip judul-judul di majalah Hi*****.

 

“Oh ya?” Terus, elu jadi jadi tokoh yang mana? Tokoh utamanya?” Tanya Gue lagi.

 

Doni tersipu malu *halah*

 

“Engga…”

 

“Terus? Jadi apa? Jangan bilang jadi tukang yang ngangkat-ngangkat tandu jenasah lagi?” Tanya Gue lagi iseng.

 

Dan tiba-tiba Doni terdiam sejenak.

 

Ups…

 

“Iya, sih… Beberapa kali… Tapi pernah juga kok jadi salah satu temennya penjahat… Di episode yang judulnya…(Gue lupa dia nyebut judul apaan)…. Yang selalu pake kaca mata item itu loh…..

 

Doni menjawab dengan tersenyum bangga.

 

 

…………..


 

Oke deh, Kaka.......!!

 

 

 

 

 

Jakarta, Agustus 2007

 

 

 

 

 

 


Blog EntryIt was true... Really true....Jan 21, '08 4:30 AM
for everyone

It was true... Really true....

Pas malem jam 8an di hari kerja, seperti biasa Gue pulang sama si Bayu melewati RSCM di Salemba.... Trus tepat di depan RSCM, Gak sengaja Gue mengedipkan mata Gue....

.........

Pas Gue membuka mata lagi, yang terlihat adalah...

Tidak ada mobil-mobil yang berseliweran, yang ada hanya beberapa kereta kuda dengan lampu-lampu teplok di sisi tiang2 penyangga kereta. Tidak ada motor2, yang ada sedikit sepeda kumbang, dikendarai oleh Bapak-bapak bertopi tempo doeloe dengan baju pemerintahan jaman Belanda (seperti yang Gue lihat di buku-buku sejarah)....., dan 1-2 orang Ibu-ibu tua menggendong bakulan, sedang ke arah UI Salemba...

Malamnya terasa sangat gelap, bahkan cenderung hitam putih, dengan sedikit obor di sisi-sisi jalan.... Jalannya terasa jauh lebih lebar......

Gue melihat sekilas gedung RSCM..... Dan yang ada adalah gedung yang *terlihat* sangat luas dan gagah....

Suasana gelap namun terasa sedikit tentram.. Namun juga bikin merinding....

Dan tubuh Gue serasa melayang, bukan di atas motor...

Setelah terbengong-bengong selama 2-3 detik... Gue pun panik, lalu mengedip-kedipkan mata Gue lagi sambil teriak "Nah looohh.. Nah loooohhh....."

Lalu Gue membuka mata Gue lagi.... Thanks God (?) Gue berhasil melihat metromini di depan Gue.... Gue kembali ada di bangku belakang motor Bayu....

Fhiuuhhh..... What a night.....


Blog EntryFacebook....Jan 21, '08 2:19 AM
for everyone

Makin lama kok gue ngerasa Facebook makin gak penting banget ya dalam idup Gue...Cuma ngabis2in bandwith gak jelas.....jadi pengen ngedelete account Gue.....

 

Hmmmm.......*apus engga apus engga apus engga*

 

btw: Buat yang belum tahu Facebook, nih Gue copy-in sejarahnya, diambil dari Wikipedia!

Facebook

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
Facebook, Inc.
Type Private
Founded Cambridge, Massachusetts
(February 4, 2004)
Headquarters Palo Alto, California
Key people Mark Zuckerberg, Founder and CEO
Dustin Moskovitz, Co-founder and VP of Engineering
Owen Van Natta, COO
Matt Cohler, VP Strategy & Business Operations
Chris Hughes, Co-founder
Revenue $100 million USD[1] (2006 estimated)
Employees 350+ (December 2007)

The Facebook homepage.
Website www.facebook.com
Alexa rank 7
Type of site social networking
Registration required
Available language(s) English
Launched February 2004
Current status active
Facebook headquarters in Palo Alto, CA
Facebook headquarters in Palo Alto, CA

Facebook is a social networking website, launched on February 4, 2004. Facebook was founded by Mark Zuckerberg, a former Harvard student. Initially the membership of Facebook was restricted to students of Harvard College. It was subsequently expanded to MIT, Boston University, Boston College, and all Ivy League schools within two months. Many individual universities were added in rapid succession over the next year. Eventually, people with a university (e.g .edu, .ac.uk, etc.) email address from institutions across the globe were eligible to join. Networks were then initiated for high schools on February 27, 2006 and some large companies. Since September 11, 2006, anyone 13 or older may join.[2][3] Users can select to join one or more participating networks, such as a high school, place of employment, or geographic region.

The site has more than 60 million active users (including non-collegiate members) worldwide, forming over 1% of the world's population.[4] From September 2006 to September 2007 the site's traffic ranking increased from 60th to 7th, according to Alexa.[5] It is the number one site for photos in the United States with over 60 million photos uploaded weekly.[6][7]

The name of the site refers to the paper facebooks depicting members of the campus community that some U.S. colleges and preparatory schools give to incoming students, faculty, and staff as a way to get to know other people on campus


Blog EntryYakun Kaya Toast....Jan 4, '08 5:51 AM
for everyone

Ternyata, Kopi Yakun Kaya Toast itu enaaaaaaaaaaaaak..................

Slruuuppppppppppppp........ Jadi pengen nongkrong disana laggggiiiiiiii.................



Blog EntryNaskah Kuno, Peneliti Malay Berburu NaskahJan 4, '08 3:46 AM
for everyone

 

Diambil dari majalah Gatra edisi 20 Desember 2007.

Kok Gue bacanya nyesek banget yah......

 

Bak agen rahasia, para peneliti Malaysia belakangan ini bergentayangan di pelbagai pelosok Nusantara. Mereka berburu naskah Melayu klasik untuk diboyong ke negaranya. Bila naskah yang dikendaki tak bisa dibeli, mereka memotretnya.

Laku lancung orang Malay yang mengaku sebagai bangsa serumpun itu terungkap dalam Rapat Kerja Asosiasi Budaya Tulis (ATL) di Jakarta, 10-11 Desember lalu. Ditengarai, ratusan naskah Melayu klasik dari Indonesia kini terbang ke Malaysia.

"Naskah-naskah tersebut oleh mereka dibuatkan situs tersendiri. Jika kita mau mengakses naskah-naskah itu, harus membayar," kata Al-Azhar, Ketua ATL Riau. Para peneliti dari Malaysia atau Singapura membeli naskah-naskah koleksi perorangan, yang mewarisi naskah klasik.

Para pemburu naskah Melayu dari negeri jiran itu membujuk ahli waris naskah agar sudi menjualnya. Mereka menawarnya hingga belasan juta rupiah untuk setiap naskah. Ahli waris naskah kuno yang taraf ekonominya kurang menguntungkan itu pun tergiur.

Salah satu contohnya adalah naskah kuno tentang tata cara pelaksanaan hidup dalam sebuah kerajaan Melayu. Naskah itu adalah catatan harian yang ditulis pemuka masyarakat Pakil, Tanjung Pinang, Provinsi Riau Kepulaun. Seorang peneliti Malaysia dikabarkan membeli naskah itu Rp 12 juta.

Modus itu, kata Al-Azhar, sekilas tampak bisa dibenarkan. "Karena mereka melakukan transaksi jual-beli," tuturnya. Masalahnya, menurut Undang-Undang Perlindungan Cagar Budaya, jual-beli hanya boleh dilakukan masyarakat atau individu pemilik naskah kuno itu kepada kalangan dalam negeri. "Jadi, jika menjual ke pihak luar, bisa dituntut secara hukum," Al-Azhar menegaskan.

Namun faktor ekonomi dan minimnya pengetahuan masyarakat pemilik naskah itu akan nilai historisnya membuat mereka enteng saja melepas naskah tersebut. "Mereka juga tak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu melanggar hukum," kata Al-Azhar.

Modus yang sama terjadi di Sumatera Barat. Dari penelusuran Gatra terungkap, ada 30 lembar naskah yang dijual Rp 150 juta. Naskah yang diburu biasanya naskah kebudayaan Minangkabau masa lampau, ilmu agama, dan rajah atau teks yang dianggap masyarakat punya kekuatan magis. Naskah itu lazim ditulis dengan huruf Arab Melayu, yang sebagian besar tak diketahui siapa penulisnya.

"Ada beberapa naskah naskah kuno yang telah dibeli secara ilegal oleh Malaysia," kata Muhammad Yusuf, dosen filologi Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang. Naskah yang dibeli orang Malay itu, antara lain, Undang-Undang Minangkabau. Pemburu naskah dari negeri jiran membelinya dari seseorang di Kelurahan Balaigurah, Bukittinggi, pada 1984.

Di Malaysia, naskah itu ditulis ulang dengan aksara Latin oleh Prof. Dr. Umar Yunus, guru besar ilmu sastra University Malaya, yang kebetulan berasal dari Silingkang, Sumatera Barat, dan telah lama menjadi warga negara Malaysia. Kini naskah Undang-Undang Minangkabau itu menjadi koleksi Perpustakaan Nasional Malaysia.

Di antara naskah yang diketahui sudah "menyeberang" ke Malaysia, yang paling berharga, kata Yusuf, adalah naskah tentang iluminasi. Naskah ini berisi berbagai lukisan dan gambar hiasan pinggir buku. Naskah itu berasal dati tahun 1770 atau abad ke-18.

Menurut Yusuf, total ada 371 manuskrip Minangkabau yang berada di luar Sumatera Barat. Dari jumlah itu, 261 naskah ada di Belanda, 12 di Inggris, dan 19 di Jerman. Sisanya, 78 naskah, berada di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Naskah yang belum tercatat masih banyak dan kini menjadi rebutan Fakultas Sastra Universitas Andalas dengan para pemburu naskah dari Malaysia. "Fakultas sastra sering kalah bersaing, terutama karena keterbatasan dana," tuturnya.

Meski begitu, dia tak mau menyerah. Yusuf mengaku berusaha melakukan pendekatan kepada para pemegang naskah kuno agar tetap memeliharanya. Misalnya, disediakan lemari, kotak, atau alat penyimpan yang lebih baik. Sebagian yang bisa dibeli fakultas sastra disimpan di perpustakaan fakultas.

Pihak Museum Adityawarman, Sumatera Barat, pun kini mulai getol memburu naskah tersebut jangan sampai jatuh ke tangan pemburu naskah dari Malasyia. "Kami sangat mengharapkan Pemda Sumatera Barat turun mendukung perlindungan naskah ini," ujar Yusuf.

Toh, meski sudah tersimpan di museum pun, belum berarti aman. Buktinya, terungkap bahwa Malaysia menerapkan modus lain untuk mendapatkan naskah yang tersimpan di museum. Naskah-naskah itu oleh para peneliti mereka dipotret secara diam-diam. Dalam Rapat Kerja ATL terungkap, modus ini pernah terjadi di wilayah Buton, Sulawesi Tenggara.

Seorang peneliti naskah Melayu klasik dari Buton, La Niampe, mengaku pernah menangkap basah seorang peneliti Malaysia yang bersama tujuh rekannya memotret naskah-naskah Buton. Peneliti bergelar profesor itu, kata La Niampe, akhirnya diusir. "Tapi beberapa puluh naskah sempat mereka ambil," katanya.

Jika cara itu tak manjur, mereka menempuh cara baik-baik, yaitu memintanya. Cara seperti ini ditempuh Malaysia untuk mendapatkan ratusan hasil penelitian budayawan Riau, Tenas Effendi, atas tradisi lisan dan naskah-naskah Melayu klasik yang dihimpun Tenas selama bertahun-tahun. Diakui Tenas, naskah-naskah itu memang diminta pihak Malaysia untuk dibuatkan situs tersendiri atas namanya.

Karena naskah-naskah itu pula, Malaysia memberinya gelar doctor honoris causa. "Mereka tak mencuri naskah milik saya," kata Tenas. Cara ini juga ditempuh untuk mendapatkan 200-an naskah pantun Rantau Kopan, yang merupakan tradisi lisan masyarakat sekitar Sungai Rokan, Riau.

Al-Azhar, sang pemilik naskah, merekam pantun-pantun itu pada 1990. Pantun-pantun tadi diminta Malaysia untuk situs budaya "Sejuta Pantun". Meski perbuatan itu tak bisa dikategorikan mencuri, belakangan Al-Azhar sadar bahwa tindakannya berisiko. Pasalnya, pantun-pantun itu sama sekali belum dipatenkan.

"Suatu saat, bisa saja 200 pantun Rantau Kopan tersebut diklaim Malaysia sebagai miliknya," tuturnya dengan nada khawatir. Mengapa Malaysia begitu getol berburu naskah-naskah kuno itu? Menurut Muhammad Yusuf, Malaysia memang berambisi menjadi pusat Melayu dan pusat Islam.

Ia menduga, gerakan itu juga sejalan dengan gerakan Dunia Melayu Islam, yang berpusat di sana. "Dengan demikian, orang yang mau belajar tentang Melayu harus belajar di Malaysia," kata Yusuf. Ketika berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia, dua pekan lalu, Gatra menangkap kesan itu.

Beberapa tokoh setempat yang ditemui Gatra menyebut nenek moyang mereka adalah orang Melayu. Termasuk orang Melayu yang ada di Indonesia, menurut mereka, berasal dari Malaysia. Uniknya, ketika ditanya tentang prototipe orang Melayu dan asal bahasa Melayu, mereka kesulitan menjelaskannya.

Bahkan, pada saat sinetron Malaysia berjudul Cilok dipertontotan, tak banyak orang muda Malaysia tahu maknanya. Maklum, kata itu berasal dari Minangkabau yang berarti pencuri atau maling.

Mengingat ambisi menggebu Malaysia yang tanpa malu itu, Al-Azhar meminta pemerintah melakukan penyelamatan warisan budaya bangsa, terutama naskah lisan di Riau dan wilayah Indonesia lainnya. "Naskah lisan akan mudah diklaim karena tidak ada catatan yang menyatakan itu hak warisan Riau," katanya.

Ancaman itu, menurut dia, sangat nyata. Pada saat ini, di Riau ada 12 melodi naskah lisan, sedangkan Malaysia memiliki tiga melodi sejenis. "Jadi, ada sembilan melodi yang tidak ada di Malaysia," tuturnya. Tapi, jika hal ini dibiarkan, bukan tak mungkin suatu saat 12 melodi itu diklaim sebagai milik Malaysia.

M. Agung Riyadi, Fachrul Rasyid HF (Kuala Lumpur), dan Luzi Diamanda (Pekanbaru)

[Hukum, Gatra Nomor 6 Beredar Kamis, 20 Desember 2007]


Blog EntryAmericans are NOT stupid? - WITH SUBTITLESJan 2, '08 9:14 PM
for everyone

Bukti bahwa generasi muda Amerika tidak sepintar yang Gue kira :p

Klik disini yah!


Blog EntryAFRA!!! Bukan ABRA...!!!! Dooh...Oct 23, '07 7:55 AM
for everyone

Di siang hari yang menyebalkan.

*memencet nomer telpon layanan 24 jam sebuah Bank Swasta kenamaan*.


Masuk nada sambung. Lalu disambut oleh suara ramah customer servicenya.

"Selamat siang, ****** Call Center, bisa dibantu?"

"Selamat siang, Mas. Nama Saya Afra, Saya ingin melaporkan kalau saya kehilangan kartu atm saya. Kira-kira prosedur untuk penggantiannya bagaimana ya?"


Mas-mas customer service itu pun menjawab,

"Baik Ibu ABRA, sebelumnya boleh saya tahu  Nama...."


"Afra, Mas... Bukan ABRA", Gue dengan cepat mengoreksi.


"Oh, ok, maaf Ibu APRA,  bisa tahu nama lengkap...."

"Afra, Mas.... Nama Saya Afra... Gue masih berusaha maklum.


"Apa, Bu? Alfa?"

"AFRA, Mas. AFRA.....!!! "Alfa, Fanta, Romeo, Alfa...." " Gue mulai gemes.

Maaf,  Ejaannya Saya ulang ya, Bu? Alfa, Fanta... Romeo, Alfa...? Hmm... Ok, gak salah ya Bu...? Bukan Pake Papa ya?"  Nadanya seperti  gak percaya.....


*Mulai nyari-nyari pisau dapur buat ditransfer via kabel telpon*


"Bukan Mas. Nama Saya Afra.. Lengkapnya Afra Amalia... Alfa, Fanta, Romeo, Alfa...., Alfa Mama, Alfa, Lima India Alfa."

Done. Awas kalo salah....

Oke Bu Afra, saya ulang.... nama lengkap Ibu... Afra Mama....."

"AFRA AMALIA! Bukan MAMALIA" Suara gue berubah galak.

Dari seberang terdengar nada agak panik dan shock.

"Maaf, Iya, maksud Saya Afra Amalia. Maaf Bu, Abis nama Ibu antik sih.....", Mas-mas customer berusaha melucu.....

Grrrrrrrrrrrrrr..................................

*memasukkan tangan ke dalam gagang telpon biar bisa mencekek si Mas-Mas customer service syalan*

Antik.... Kepale Loe Antik!!!



Jakarta, 18 Oktober 2007



Pages:1234567
© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help